ROYAL ORCHID SYARIAH GROUP
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

12 Dosa Riba dalam Islam, Bahayanya, dan Cara Menghindarinya – Sudah tahu tentang dosa riba dan bahayanya? Anda harus tahu, sebelum melakukan transaksi jual beli, karena dampak yang ditimbulkan begitu besar bagi kehidupan dunia, terlebih akhirat.

Kami bahas secara lengkap bagaimana pandangan riba di Islam, dosa riba yang ditimbulkan hingga bahaya yang didapatkan oleh sang pelaku. Baca sampai habis, terus praktikkan! Semoga kita semua terbebas dari riba. Aamiin.

Pengertian riba

Riba adalah aktivitas pengambilan nilai tambah yang memberatkan dari suatu akad perekonomian. Menetapkan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian dengan persentase dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada si peminjam.

Definisi riba secara bahasa bermakna ziyadah atau tambahan. Menurut ulama ahli fiqih, riba itu memberi tambahan pada hal-hal yang khusus.

Bagaimana Hukum Riba?

Terkait hukum riba, para ulama telah bersepakat secara ijma bahwa hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Dalil di QS. Al-Baqarah 275:

“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”

Ayat dan Hadist Tentang Riba

Berikut ayat-ayat tentang riba dan hadist yang menjelaskan hukum riba, dilansir dari Almanhaj: 

  • Pertama di QS. Al-Baqarah 278: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.”
  • Kedua di QS. Ali Imran 130: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba…”

Rasulullah juga mengharamkan riba, berikut hadits-hadits tentangnya:

  • Ketiga hadits riba ke-1 Imam muslim rahimahullah meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat riba, yang memberi riba, penulisnya dan dua saksinya,” dan beliau bersabda, “Mereka semua sama.”
  • Keempat hadits tentang riba ke-2 Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jauhilah tujuh perkara yang membawa kehancuran,” dan beliau menyebutkan di antaranya, “Memakan riba.”

dosa ribaSetelah membaca sampai sini bagaimana menurut Anda? Semoga setelah ini, Anda yakin dan tak lagi ada keraguan untuk meninggalkan segala hal yang berhubungan dengan riba. Bismillah.

12+ Bahaya dan Dosa Riba yang Harus Anda Tahu

Kami rangkum semua poin di bawah ini dari berbagai sumber. Mari kita renungkan bersama, dunia sementara, akhirat abadi selamanya. Jangan sampai hanya karena tergiur sesuatu yang sementara dan tak seberapa, kita sampai rela menukarnya dengan sesuatu yang agung, besar, dan tanpa batas!

  • Masuk Neraka

dosa riba yang pertama adalah masuk neraka; Teringat perkataan ulama, saat seseorang mendapatkan siksaan sebentar saja di neraka, seluruh kenikmatan yang selama ini dia dapatkan di dunia akan lenyap tak tersisa. Surga tempat abadi penuh kenikmatan yang tiada tara. Tak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbersit dalam hati.

Sebaliknya, neraka tempat akhir paling buruk dengan segala macam siksaan yang begitu pedih. Semoga Allah menjaga dan menyelamatkan kita dari siksa api neraka. Aamiin

Rumaysho.com menuliskan tentang gambaran pelaku riba di neraka. Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menceritakan kunjungannya ke neraka:

“Kami mendatangi sungai yang airnya merah seperti darah. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang yang berenang di dalamnya, dan di tepi sungai ada orang yang mengumpulkan batu banyak sekali. Lalu orang yang berenang itu mendatangi orang yang telah mengumpulkan batu, sembari membuka mulutnya dan orang yang mengumpulkan batu tadi akhirnya menyuapi batu ke dalam mulutnya. Orang yang berenang tersebut akhirnya pergi menjauh sambil berenang. Kemudian ia kembali lagi pada orang yang mengumpulkan batu. Setiap ia kembali, ia membuka mulutnya lantas disuapi batu ke dalam mulutnya. Aku berkata kepada keduanya, “Apa yang sedang mereka lakukan berdua?” Mereka berdua berkata kepadaku, “Berangkatlah, berangkatlah.” Maka kami pun berangkat.”

Dalam lanjutan hadits disebutkan:

“Adapun orang yang datang dan berenang di sungai lalu disuapi batu, itulah pemakan riba.” (HR. Bukhari, no. 7047)

  • Berkahnya Rezeki Hilang, Jadi Makin Berkurang

dosa riba selanjutnya adalah hilangnya keberkahan rezeki; Dilihat secara kasat mata, para pelaku riba akan mendapatkan keuntungan secara cepat. Mereka mendapatkan keuntungan dari kelipatan pinjaman. Namun jika disadari lebih jauh lagi, tak ada keberkahan di dalamnya. Mereka akan merugi. Punya keuntungan banyak, tapi cepat habis entah ke mana.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Riba membuat sesuatu jadi bertambah banyak. Namun ujungnya riba makin membuat sedikit (sedikit jumlah, maupun sedikit berkah, -pen.).” (HR. Ibnu Majah, no. 2279; Al-Hakim, 2: 37)
Keberkahan itu tak bisa dibeli. Ia datang dan pemberian dari Allah azza wa jalla. Makanya dalam Islam kita diajarkan, selain meminta rezeki yang banyak berlimpat, juga halal serta berkah.

  • Diperangi Allah, Rabb Seluruh Alam

Tak ada dosa yang lebih mengerikan yang diingatkan oleh Allah selain dosa memakan harta riba. Bahkan Allah dan RasulNya yang akan memerangi para pelakunya. Naudzubillah. Coba renungkan dosa riba yang satu ini, jika Allah dan RasulNya memerangi, terus kita mau tinggal di mana? Bumi, alam semesta dan seluruh isinya, hingga tubuh Allah yang ciptakan.

Berikut ayat larangan untuk meninggalkan riba:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 279).

  • Memperoleh Laknat dari Rasulullah

Dosa riba selanjutnya Memperoleh Laknat dari Rasulullah ; Di akhirat kelak, kita begitu butuh pertolongan berupa syafaat dari baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa jadinya ketika mendapat laknat darinya? Naudzubillah, maka jauhilah riba!

Jabir bin Abdullah meriwayatkan, “Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi, yang mencatat dan dua saksinya. Beliau bersabda: “Mereka semua sama.” (HR. Muslim)

  • Siksaan Pedih di Neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pada malam Isra’, aku mendatangi suatu kaum yang perutnya sebesar rumah dan dipenuhi dengan ular-ular. Ular tersebut terlihat dari luar. Akupun bertanya, “Siapakah mereka wahai Jibril?” “Mereka adalah para pemakan riba,” jawab beliau.” (HR. Ibnu Majah, HR. Ahmad)

Kita terkena duri dan api dunia saja sudah kesakitan. Apalagi di akhirat kelak? dari dosa riba ini siksaannya berkali-kali lipat dunia.

  • Dosa Paling Ringan Zina dengan Ibu Sendiri

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Riba itu ada tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seseorang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Ibnu Majah, no. 2274. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dosanya lebih besar dari 36 wanita pezina

Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, jauh lebih dahsyat daripada 36 wanita pezina (HR. Ahmad)”

  • Halal Suatu Negeri Untuk Diazab

Dosa riba selanjutnya adalah Halal Suatu Negeri Untuk Diazab; Kalau berkaca ke negeri kita tercinta, praktik seperti ini bisa dijumpai di mana-mana. Orang-orang mudah untuk mengakses dan mendapatkannya. Bahkan sekarang sudah bisa diakses dengan online. Tapi ingat, dampak dosa riba bagi kehidupan dunia akhirat kita begitu besar. oleh karenanya, semoga kita dan keluarga tak berurusan dengan hal satu ini.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al-Hakim)

Semoga Allah menjaga kita dan keluarga dari azabNya. Aamiin

  • Sedekah, Infak Sampai Zakat Kita Tertolak

Tak akan berbuah kebaikan, sesuatu yang sifatnya adalah keburukan. Allah hanya menerima yang baik-baik. Jadi kekayaan hasil riba, yang disedekahkan, diinfakkan, diwakafkan, hingga dizakatkan tidak akan berbuah kebaikan bagi pelakunya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik).” (HR. Muslim).

  • Doa Jadi Sukar Terkabul

Salah satu dampak dari dosa riba; Doa Jadi Sukar Terkabul; Tubuh yang di dalamnya mengalir sesuatu yang haram, oleh Allah doanya sulit terkabul. Padahal Allah suka sekali jika hambaNya berdoa padaNya.

  • Berhak Disentuh Api Neraka

Salah satu dampak dari dosa riba; Berhak Disentuh Api Neraka. Rasulullah bersabda: “Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614)

  • Termasuk 7 Dosa Besar yang Menghancurkan

Dosa riba selanjutnya adalah Dosa Besar yang Menghancurkan; Perilaku riba termasuk bagian dari tujuh dosa besar yang membinasakan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda: “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah itu?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allâh, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (HR. al-Bukhari, no. 3456; Muslim, no. 2669)

  • Mengakibatkan Krisis Ekonomi

dosa ribaSalah satu dampak dari dosa riba yakni menyebabkan krisis ekonomi. Karena jumlah pinjaman yang dikembalikan, harus lebih besar dari pinjaman awal. Faktanya, banyak peminjam yang tidak bisa membayar hutang, dikarenakan bunga pinjaman yang tinggi.

Dampaknya hutang tidak bisa lunas, tapi penghasilan terkuras untuk membayarkan bunganya saja. Jika tak teratasi maka bisa menyebabkan kebangkrutan. Banyak contoh disekitar kita, mereka yang masuk dikubangan riba, bangkrut atau hidupnya berantakan.

Cara Menghindari Dosa Riba

Terus bagaimana agar tak terjerumus dengan riba dan terhindar dari dosa riba diatas? Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.

  • Pertama prinsip tak berhutang. Tanamkan dalam diri dan keluarga untuk tidak berhutang. Jadikan bagian dari prinsip hidup. Jika misal ingin beli sesuatu tapi uang belum cukup, ya harus bersabar. Kemudian ikhtiar menjemput rezeki dengan cara-cara yang halal dan legal.
  • Kedua mengetahui bahaya dan dosa riba. Ini penting sekali. Saat Anda dan keluarga tahu bahaya riba yang bisa diperoleh langsung saat di dunia dan akhirat. Maka bisa dipastikan mudah untuk menjauhkan diri dari riba.
  • Ketiga mempunyai sifat qana’ah. Sifat ini amatlah penting, apalagi dikondisi zaman yang serba digital. Kita perlu untuk membiasakan diri tiap hari bersyukur, dan merasa cukup atas apa yang Allah karuniakan. Untuk urusan dunia kita juga perlu melihat yang kondisinya di bawah kita, agar hati semakin lembut serta ringan mengucap syukur. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051).
  • Keempat, perbanyak doa. Ulama menjelaskan, doa itu senjatanya umat Islam. Allah juga senang ketika hambaNya berdoa. Doa bisa mengubah takdir yang telah Allah gariskan. Di antara doa yang perlu diminta adalah, agar Allah menjauhkan diri dan keluarga dari terlilit hutang. Kemudian Allah lancarkan dan berkahi rezekinya. Dikaruniai rezeki yang berkah melimpah halal barokah. Aamiin
  • Kelima menggunakan cara yang syariah. Hal yang bisa dilakukan untuk menghindari riba dengan membeli sesuatu dengan cara syariah. Sebagai contohnya membeli properti syariah tanpa riba, tanpa denda, tanpa bunga, tanpa sita, tanpa bank, tanpa BI checking, dan tanpa akad bermasalah.

Beli Property Syariah Tanpa Riba, Bagaimana Caranya?

Jawabannya mudah sekali, salah satunya dengan membeli properti syariah di kami. Anda tinggal kontak di 0811.9073.333. Kemudian memilih property yang dibutuhkan dan sesuai keuangan. 

Setelah itu Anda pilih, dan bisa langsung transaksi dengan developer.

Royal Orchid Syariah Group, developer property syariah sejak 2016 hingga sekarang. Berkomitmen sejak awal menghadirkan perumahan syariah, investasi syariah, atau jenis lainnya tanpa riba, tanpa denda, tanpa bunga, tanpa sita, tanpa bank, tanpa BI checking, dan tanpa akad bermasalah.

Sehingga membuat pembeli lebih tenang, nyaman, halal, dan insyaa Allah properti yang dibeli berkah. Hingga hari ini, Royal Orchid Syariah telah memiliki proyek dibeberapa tempat dengan progres yang signifikan, yaitu:

  1. Perumahan mewah Royal Orchid Villa Cimahi
  2. Kavling dan investasi kambing domba di Royal Farm Land Ciwidey
  3. Hunian syariah Royal Orchid Village Ciwidey
  4. Perumahan elit Billabong Soeta Seokarno Hatta
  5. Mevill Parakan Muncang
  6. Perumahan mewah Roemah Palem Jakarta Timur
  7. Royal Bizz Park Garut
  8. Mulia Village Juanda Sidoarjo
  9. Tanaka Cihanjuang
  10. Royal Sadang Purwakarta

Anda tertarik untuk memiliki hunian Islami, kavling ternak domba unggulan atau investasi dengan sistem kepemilikan 100% syariah?

Kontak kami segera di 0811.9073.333.

Semoga artikel tentang dosa riba, bahayanya, dan cara menghindarinya bermanfaat untuk Anda. Tulisan ini bermanfaat untuk Anda? Share ke yang lainnya ya!

Jika dirasa bermanfaat, bagikan info ini ya ^_^
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Kontak Kami